Etika Profesi dan Tanggung Jawab Profesi

Etika Profesi  dan Kode Etik Profesi

pengertian etika profesi

Author: Zulhikam El Said

Seorang profesional mampu membuat pertimbangan, dan menggunakan keterampilanya  untuk mencapai hasil yang tepat dalam situasi yang orang awam tidak bisa melakukannya. Etika Profesi memberi aturan bagaimana mereka menggunakan pengetahuannya dalam memberikan memberikan layanan kepada masyarakat. Orang-orang profesional atau mereka yang memiliki profesi mengakui menggunakan pengetahuan keahlian, keterampilannya dan mengetahui bagaimana meberikan tanggung jawab terhadap masyarakat.

Etika adalah adalah cabang filsafat , mempelajari  standar moral yang tujuan eksplisitnya adalah menentukan standar yang benar atau yang didukung oleh penalaran yang baik, Dan Etika profesi  adalah studi penerapan dari prinsip moral dasar atau norma-norma etis umum pada bidang profesi.  Salah satu contoh-contoh awal mengenai etika profesi, Sumpah Hipokrates, yang dipandang sebagai kode etik pertama untuk profesi dokter. Hipokrates adalah dokter Yunani kuno yang digelari : Bapak Ilmu Kedokteran. Beliau hidup dalam abad V SM. Menurut para ahli sejarah belum tentu sumpah ini merupakan buah pena Hipokrates sendiri, tetapi setidaknya berasal dari kalangan murid-muridnya dan meneruskan semangat profesional yang telah diwarisinya dari Hipokrattes. Walaupun mempunyai riwayat eksistensi yang sangat panjang, namun belum pernah ada dalam sejarah kode etik menjadi fenomena yang begitu banyak dipraktekkan dan tersebar sangat luas seperti pada saat ini. Jika sungguh benar zaman kita di warnai suasana etis yang khusus, salah satu buktinya adalah peranan dan dampak dari etika profesi ini.

Prinsip Etika Profesi

1. Etika profesi dan tanggung jawab dalam profesi

  • Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
  • Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.

2. Keadilan dalam etika profesi. Prinsip ini menuntut  untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.

3. Otonomi dalam etika profesi. Prinsip ini menuntut setiap profesional memiliki dan diberi kebebasan  menjalankan profesinya.

Syarat-Syarat Suatu Profesi dalam Etika Profesi:

  • Melibatkan kegiatan intelektual dan keterampilan
  • Menggeluti suatu keahlian  ilmu yang khusus.
  • Memerlukan persiapan profesional yang alami dan bukan hanya sekedar latihan.
  • Memerlukan pelatihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
  • Menjanjikan karir hidup lebih baik dan keanggotaan yang permanen.
  • Mementingkan layanan di atas keperntingan dan keuntungan pribadi
  • Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan solid.
  • Menentukan baku standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik profesi.

Peranan Etika Profesi :

etika profesi

etika profesi

Nilai-nilai etika itu bukan hanya milik segelintir orang, atau segolongan orang saja, tetapi milik setiap kelompok sosial, bahkan komunitas yang paling kecil yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa. Dengan nilai-nilai etika tersebut, suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur kehidupan bersama, begitupan nilai-nilai etika profesi bukan hanya untuk segelintir atau sekelompok profesional, namun dituntut bagi semua orang yang terlibat dalam segala bidang profesi kerja.

Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai Etika Profesi yang menjadi landasan dalam pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya maupun dengan sesama anggotanya, yaitu masyarakat profesional. Golongan ini sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai dari Etika Profesi yang mengatur dan tertuang secara tertulis (yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya.

Protes masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku pergaulan sebagian para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai etika profesi atau keluar dari rambu-rambu etika profesi yang telah disepakati bersama  (tertuang dalam kode etik profesi), sehingga terjadi kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut. salah satu contoh permasalahan etika profesi adalah pada profesi hukum dikenal adanya mafia peradilan, demikian juga pada profesi dokter dengan pendirian Pusat kesehatan Super Mewah, sehingga masyarakat kelas tidak terjangkau untuk mendapatkan layanan dengn biaya mahal.

Kode Etik Profesi

Kode; yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata, tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu, misalnya untuk menjamin suatu berita, keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis.

Kode etik : yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. UU NO. 8 (Pokok-Pokok Kepegawaian)

Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. Kode etik profesi adalah bagian dari etika profesi sebetulnya tidak merupakan hal yang baru. Sudah lama diusahakan untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu.

Kode Etik Profesi merupakan bagian dari etika profesi. Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi.

Berbeda dengaan Etika Profesi, Kode etik ini lebih memperjelas, mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya norma-norma tersebut sudah tersirat dalam Etika Profesi. Dengan demikian kode etik profesi adalah jabaran etika profesi yang dirinci menjadi   sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik, apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang profesional

Etika Profesi dan Kode Etik Profesi

Kode etik suatu profesi adalah berupa norma-norma dari Etika Profesi yang harus dilaksanakan  oleh setiap anggota profesi yang bersangkutan didalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat. Pada dasarnya tujuan menciptakan atau etika profesi yang dirumuskan menjadi kode etik suatu profesi adalah untuk kepentingan anggota dan kepentingan organisasi.

Secara umum tujuan menciptakan kode etik adalah sebagai berikut:

  1. Untuk menjunjung tinggi martabat dan citra profesi Dalam hal ini yang dijaga adalah image dari pihak luar atau masyarakat mencegah orang luar memandang rendah atau remeh suatu profesi. Oleh karena itu, setiap kode etik suatu profesi akan melarang berbagai bentuk tindak tanduk atau kelakuan anggota profesi yang dapat mencemarkan nama baik profesi di dunia luar. Dari segi ini kode etik juga disebut kode kehormatan.
  2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahtraan para anggota. Yang dimaksud kesejahteraan ialah kesejahteraan material dan spiritual atau mental. Dalam hal kesejahteraan materil angota profesi kode etik umumnya menerapkan larangan-larangan bagi anggotanya untuk melakukan perbuatan yang merugikan kesejahteraan. Kode etik juga menciptakan peraturan-peraturan yang ditujukan kepada pembahasan tingkah laku yang tidak pantas atau tidak jujur para anggota profesi dalam interaksinya dengan sesama anggota profesi.
  3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi. Dalam hal ini kode etik juga berisi tujuan pengabdian profesi tertentu, sehingga para anggota profesi dapat dengan mudah mengetahui tugas dan tanggung jawab pengabdian profesinya. Oleh karena itu kode etik merumuskan ketentuan-ketentuan yang perlu dilakukan oleh para anggota profesi dalam menjalankan tugasnya.
  4. Untuk meningkatkan mutu profesi. Kode etik juga memuat tentang norma-norma serta anjuran agar profesi selalu berusaha untuk meningkatkan mutu profesi sesuai dengan bidang pengabdiannya. Selain itu kode etik juga mengatur bagaimana cara memelihara dan meningkatkan mutu organisasi profesi.

Ciri –ciri  Etika kerja profesional yang disebutkan berikut  ini  panduan bagaimana bekerja sesuai dengan Etika Profesi:

ADVERTISMENT

Trackbacks