Filsafat Pendidikan Dan Aliran Filsafat Pendidikan

filsafat pendidikan

filsafat pendidikan

Mengajar adalah profesi mulia. Dengan pengetahuan filsafat pendidikan seorang guru menyampaikan pengetahuannya  dan membentuk muridnya untuk menjadi orang dewasa  dan profesional yang bertanggung jawab terhadap apa  yang diyakini. Bagaimana Konsep Dasar Filsafa Pendidikan itu?. Mari kita bahas di Blog Jaringan Komputer dan Ilmu pengetahuan ini.

Konsep Dasar Filsafat Dan Pendidikan & Pengertian Filsafat Pendidikan

Seluruh masyarakat dari dulu hingga sekarang, mempunyai kepentingan dalam bidang pendidikan.  beberapa pakar telah mengklaim bahwa pengajar (yang beraktifitas sebagai pendidik) adalah profesi tertua kedua. Meskipun tidak semua masyarakat  memberikan dukungan terhadap pendidikan dan lembaga pendidikan. Namun setidaknya mereka mengakui alasan sentral bahwa tidak semua anak terlahir dengan buta hurup dan tidak mengerti norma-norma dan budaya masyarakat atau masyarakat dimana ia tumbuh kembang. Tetapai dengan bantuan seorang guru profesional atau guru amatir yang berdidikasi dapat membantu mereka  untuk dapat membaca, menulis, menghitung, berketerampilan dan bertindak sesuai dengan norma budaya setempat.

pengertian Filsafat Pendidikan dibangun dari Filsat dan Pendidikan. Istilah filsafat berasal dari dua kata Yunani, yaitu philos (berarti kecintaan) dan sophia (berarti kebijaksanaan). Dengan berdasarkan kepada makna dua perkataanYunani ini, istilah filsafat bisa diartikan sebagai perihal mencintai kebijaksanaan atau mencintai ilmu. Menurut Russell (1946), filsafat  diartikan sebagai sesuatu pengertian di antara teologi dan sains, seperti teologi, filsafat mengandung spekulasi terhadap hal yang tidak dapat dibuktikan. seperti pendekatan sains, karena filsafat juga  berusaha menggunakan akal  dan logika untuk membuktikan.

Menurut ED Miller dalam bukunya Questions That Matter (1984), filsafat bisa didefinisikan sebagai usaha untuk berpikir secara rasional dan kritis terhadap hal-hal yang penting.  Sehubungan ini, filsafat pendidikan dapat diartikan sebagai satu usaha berpikir yang rasional dan kritis terhadap hal yang penting tentang pendidikan.

Secara singkat kata filsafat bisa dipahami sebagai pemikiran atau pandangan yang benar, rasional. Pemikiran atau pandangan ini dihasilkan dari usaha kajian ahli filsafat dengan cara yang saintifik, sistematik dan logikal Pemikiran atau pandangan ini diproduksi dari usaha penelitian filsuf dengan cara yang ilmiah, sistematis dan logis

Pengertian Filsafat pendidikan adalah hasil pemikiran dan perenungan secara mendalam sampai keakar-akarnya mengenai pendidikan, Filsafat pendidikan merupakan terapan filsafat dalam pendidikan. Pendidikan membutuhkan filsafat karena masalah-masalah pendidikan bukan hanya berhubungan dengan  pelaksanaan pendidikan yang dibatasi pengalaman, tetapi permsalahan  yang lebih luas, lebih dalam, serta lebih kompleks, yang tidak dibatasi pengalaman maupun fakta-fakta pendidikan, dan tidak memungkinkan dapat dijangkau oleh sains pendidikan.

Filsafat pendidikan pada dasarnya menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil-hasil dari filsafat, yaitu berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas, pengetahuan, dan nilai.

Filsafat itu akan menjawab tiga pertanyaan dasar:

  1. apakah pendidikan itu ?
  2. apa tujuan pendidikan itu ?
  3. bagaimana merealisasikan tujuan itu ?

Menurut Zanti Arbi (1988) maksud filsafat pendidikan adalah :

  • Menginspirasikan, maksudnya memberi inspirasi kepada para pendidik untuk melaksanakan ide tertentu dalam pendidikan.
  • Menganalisis, maksudnya memeriksa secara teliti bagian-bagian pendidikan agar dapat diketahui secara jelas validitasnya.
  • Mempreskiptifkan, maksudnya upaya menjelaskan atau memberi pengarahan kepada pendidik melalui filsafat pendidikan.
  • Menginvestigasi, maksudnya memeriksa atau meneliti kebenaran suatu teori pendidikan.

Filsafat pendidikan terdiri dari apa yang diyakini seorang guru mengenai pendidikan, atau merupakan kumpulan prinsip yang membimbing tindakan profesional guru. Setiap guru baik mengetahui atau tidak memiliki suatu filsafat pendidikan, yaitu seperangkat keyakinan mengenai bagaimana manusia belajar dan tumbuh serta apa yang harus manusia pelajari agar dapat tinggal dalam kehidupan yang baik.

Filsafat pendidikan secara mendasar juga berhubungan dengan pengembangan semua aspek pengajaran. Dengan menempatkan filsafat pendidikan pada tataran praktis, para guru dapat menemukan berbagai pemecahan permasalahan pendidikan.

Terdapat hubungan yang kuat antara perilaku guru dengan keyakinannya:

Keyakinan mengenai pengajaran dan pembelajaran. Komponen penting filsafat pendidikan seorang guru adalah bagaimana melihat  pengajaran dan pembelajaran, dengan kata lain, apa peran pokoknya sebagai guru? Sebagian guru memandang pengajaran sebagai sains, suatu aktifitas kompleks. Sebagian lain memandang sebagai suatu seni, pertemuan yang sepontan, tidak berulang dan kreatif antara guru dan siswa. Yang lainnya lagi memandang sebagai aktifitas sains dan seni. Berkenaan dengan pembelajaran, sebagian guru menekankan pengalaman-pengalaman dan kognisi siswa, yang lainnya menekankan perilaku siswa.

  • Keyakinan mengenai siswa. Hal ini memberikan berpengaruh besar bagaimana seorang guru mengajar? Seperti apa siswa yang guru yakini, itu didasari pada pengalaman kehidupan unik guru. Pandangan negatif terhadap siswa menampilkan hubungan guru-siswa pada ketakutan dan penggunaan kekerasan tidak didasarkan kepercayaan dan kemanfaatan.Guru yang memiliki pemikiran filsafat pendidikan mengetahui bahwa setiap anak memiliki karakter sendiri dalam beajarnya
  • Keyakinan mengenai pengetahuan, Berkaitan dengan bagaimana guru menerapkan pengajaran. Dengan filsafat pendidikan, guru dapat memandang pengetahuan secara menyeluruh, tidak merupakan bagian2 subyek yang atau bagian fakta yang terpisah.
  • Keyakinan mengenai apa yang perlu diketahui. Guru menginginkan para siswanya belajar sebagai hasil dari usaha mereka, sekalipun masing-masing guru berbeda dalam meyakini apa yang harus diajarkan.

Mazhab / Aliran Filsafat Pendidikan

Dalam filsafat terdapat berbagai mazhab/aliran-aliran, seperti materialisme, idealisme, realisme, pragmatisme, dan lain-lain. Karena filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat, sedangkan filsafat beraneka ragam alirannya, maka dalam filsafat pendidikan pun kita akan temukan berbagai aliran, sekurang-kurnagnya sebanyak aliran filsafat itu sendiri.

Brubacher (1950) mengelompokkan filsafat pendidikan menjadi dua bagian yang besar, yaitu

Filsafat pendidikan “progresif” didukung oleh filsafat pragmatisme dari John Dewey, dan romantik naturalisme dari Roousseau

Filsafat pendidikan “ Konservatif”. Didasari oleh filsafat idealisme, realisme humanisme (humanisme rasional), dan supranaturalisme atau realisme religius.

Filsafat-filsafat tersebut melahirkan filsafat pendidikan esensialisme, perenialisme, dan sebagainya.

aliran-aliran filsafat pendidikan:

  1. Filsafat Pendidikan Idealisme memandang bahwa realitas akhir adalah roh, bukan materi, bukan fisik. Pengetahuan yang diperoleh melaui panca indera adalah tidak pasti dan tidak lengkap. Aliran filsafat pendidikan ini memandang nilai adalah tetap dan tidak berubah, seperti apa yang dikatakan baik, benar, cantik, buruk secara fundamental tidak berubah dari generasi ke generasi. Tokoh-tokoh dalam aliran ini adalah: Plato, Elea dan Hegel, Emanuael Kant, David Hume, Al Ghazali
  2. Filsafat Pendidikan Realisme merupakan filsafat yang memandang realitas secara dualistis. Realisme berpendapat bahwa hakekat realitas ialah terdiri atas dunia fisik dan dunia rohani. Realisme membagi realitas menjadi dua bagian, yaitu subjek yang menyadari dan mengetahui di satu pihak dan di pihak lainnya adalah adanya realita di luar manusia, yang dapat dijadikan objek pengetahuan manusia. Beberapa tokoh yang beraliran realisme: Aristoteles, Johan Amos Comenius, Wiliam Mc Gucken, Francis Bacon, John Locke, Galileo, David Hume, John Stuart Mill.
  3. Filsafat Pendidikan Materialisme berpandangan bahwa hakikat realisme adalah materi, bukan rohani, spiritual atau supernatural. Beberapa tokoh yang beraliran materialisme: Demokritos, Ludwig Feurbach
  4. Filsafat Pendidikan Pragmatisme dipandang sebagai filsafat Amerika asli. Namun sebenarnya berpangkal pada filsafat empirisme Inggris, yang berpendapat bahwa manusia dapat mengetahui apa yang manusia alami. Beberapa tokoh yang menganut filsafat ini adalah: Charles sandre Peirce, wiliam James, John Dewey, Heracleitos.
  5. Filsafat Pendidikan Eksistensialisme memfokuskan pada pengalaman-pengalaman individu. Secara umum, eksistensialisme menekankn pilihan kreatif, subjektifitas pengalaman manusia dan tindakan kongkrit dari keberadaan manusia atas setiap skema rasional untuk hakekat manusia atau realitas. Beberapa tokoh dalam aliran ini: Jean Paul Satre, Soren Kierkegaard, Martin Buber, Martin Heidegger, Karl Jasper, Gabril Marcel, Paul Tillich
  6. Filsafat Pendidikan Progresivisme bukan merupakan bangunan filsafat atau aliran filsafat yang berdiri sendiri, melainkan merupakan suatu gerakan dan perkumpulan yang didirikan pada tahun 1918. Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang. Pendidikan harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan. Beberapa tokoh dalam aliran ini : George Axtelle, william O. Stanley, Ernest Bayley, Lawrence B.Thomas, Frederick C. Neff
  7. Filsafat Pendidikan Esensialisme, suatu filsafat pendidikan konservatif yang pada mulanya dirumuskan sebagai suatu kritik pada trend-trend progresif di sekolah-sekolah. Mereka berpendapat bahwa pergerakan progresif telah merusak standar-standar intelektual dan moral di antara kaum muda. Beberapa tokoh dalam aliran ini: william C. Bagley, Thomas Briggs, Frederick Breed dan Isac L. Kandell.
  8. Filsafat Pendidikan Perenialisme Merupakan suatu aliran dalam pendidikan yang lahir pada abad kedua puluh. Perenialisme lahir sebagai suatu reaksi terhadap pendidikan progresif. Mereka menentang pandangan progresivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang baru. Perenialisme memandang situasi dunia dewasa ini penuh kekacauan, ketidakpastian, dan ketidakteraturan, terutama dalam kehidupan moral, intelektual dan sosio kultual. Oleh karena itu perlu ada usaha untuk mengamankan ketidakberesan tersebut, yaitu dengan jalan menggunakan kembali nilai-nilai atau prinsip-prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup yang kukuh, kuat dan teruji. Beberapa tokoh pendukung gagasan ini adalah: Robert Maynard Hutchins dan ortimer Adler.
  9. Filsafat Pendidikan rekonstruksionisme merupakan kelanjutan dari gerakan progresivisme. Gerakan ini lahir didasarkan atas suatu anggapan bahwa kaum progresif hanya memikirkan dan melibatkan diri dengan masalah-masalah masyarakat yang ada sekarang. Rekonstruksionisme dipelopori oleh George Count dan Harold Rugg pada tahun 1930, ingin membangun masyarakat baru, masyarakat yang pantas dan adil. Beberapa tokoh dalam aliran ini:Caroline Pratt, George Count, Harold Rugg.

Demikian artikel singkat Filsafat pendidikan dan tokoh-tokoh Aliran filsafat pendidikan, semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>