Parasitologi Dan Parasitologi Kedoketeran

Parasitologi Adalah Ilmu Tentang Parasit

parasitologi kedokteran

Author: parasitologi kedokteran

Pengertian parasitologi adalah ilmu yang mempelajari organisme yang hidup sementara atau menetap untuk mendapatkan makanan dan tempat tumpangan dari host/hospes dan mempelajari hubungan organisme ini dengan host/hospesnya.  Parasitologi adalah  salah satu bidang studi biologi dengan mempelajari parasit, host/hospes atau inang dan hubungan di antara keduanya.

Cakupan parasitologi tak ditentukan oleh organisme ataupun lingkungan yang berhubungan, namun dengan cara hidupnya, berarti bidang ini bersintesis dengan bidang lain, dan menggunakan teknik seperti biologi sel, bioinformatika, biokimia, biologi molekuler, imunologi, genetika, evolusi dan ekologi. (wikipedi)

Dalam blog jaringan komputer ini Sebelum kita membahas lebih jauh parasitologi ini, kita tahu  ada 2 penggolongan besar dari mahluk hidup di dunia ini, yaitu fauna (Animal Kingdom) dan flora (Plant Kingdom). Eksistensi organisme  tidak  dapat dipisahkan dengan lingkungannya, baik lingkungan abiotik maupun lingkungan biotik. Lingkungan abiotik  meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi kehidupan, seperti suhu, iklim, kelembaban udara, kondisi tanah, air dan sebagainya.

Interaksi antara kehidupan organisme dengan lingkungan biologiknya diketahui  beberapa hubungan. Ada beberapa organisme yang hidupnya sangat tergantung terhadap kehidupan organisme yang lain. Parasit bertempat- tinggal atau hidup menumpang serta menerima perlindungan dan makanan dari kehidupan organisme lain.

Dikenal ada 3 macam sifat hubungan (simbiosis) antara dua organisme yang hidup bersama.

  1. Mutualism : yaitu hubungan antara dua organisme dimana kehidupan masing-masingsangat tergantung satu sama lain, yang satu tidak dapat hidup tanpa bantuan yang lain, dan masing-masing tidak saling merugikan bahkan mendapat manfaat dari hubungan timbal balik tersebut.
  2. Commensalism : yaitu hubungan antara dua organisme dimana yang satu mendapat kentungan dari kehidupan bersama tersebut, tetapi si”inang atau tuan rumah tidak mendapatkan keuntungan namun tidakpula dirugikan dirugikan.
  3. Parasitism : yaitu hubungan antara dua organisme yang mana satu organisme sangat tergantung kehidupannya dan mengambil manfaat/keuntungan  dari organisme yang ditumpanginya, sedangkan si “tuan rumah” menderita kerugian atas hadirnya si”penumpang”. Hubungan yang ketiga inilah dijadikan study Parasitologi.
parasitologi ilmu tentang parasit

Jenis-jenis parasit

Pada studi parasitologi kita tahu bahwa secara umum organisme yang menumpang hidup pada organisme lain  disebut sebagai parasit, sedangkan organisme yang menerima tumpangan disebut inang/hospes/host. Pada studi Parasitologi inipun dipelajari hubungan kehidupan antara dua organisme tersebut lebih dikenal dengan istilah “host-parasite relationship”.

Parasit adalah organisme yang mendapatkan makanan dan tempat tumpangan dari organisme lain dan mendapatkan  manfaat dari hubungan ini. Parasit ini disebut obligat ketika hanydapat hidup pada satu inang; diklasifikasikan sebagai fakultatif ketika ia dapat hidup dalam sejumlah tempat  dalam bentuk bebas. Parasit yang hidup di dalam tubuh disebut endoparasites sedangkan yang hidup pada permukaan tubuh disebut ecto-parasit. Parasit yang menyebabkan kerugian pada inang adalah parasit patogen sementara yang  mendapatkan keuntungan dari orang-orang tanpa menyebabkan kerugian, dikenal sebagai kommensalis.

Organisme yang dijadikan pelabuhan parasit dan menderita kerugian karena dijadikan tuan rumah oleh parasit. Tuan rumah atau  Inang  di mana parasit tinggal pada  tahap dewasa dan berkembang adalah inang definitif sedangkan inang di mana parasit tinggal sebagai tahap larva dan aseksual adalah inang menengah. inang lain yang ditempati  parasit untuk berkembang biak secara berkesinambungan siklus kehidupan parasit dan bertindak sebagai sumber-sumber tambahan dari infeksi manusia disebut sebagai reservoir  host. Organisme (biasanya serangga) yang bertanggung jawab untuk transmisi infeksi parasit dikenal sebagai vektor

Dikenal ada dua jenis vektor, yaitu :

a.     Vektor biologis

Parasit yang tinggal diubuh organisme ini mengalami perkembangan, baik perubahan bentuk maupun pertam bahan jumlah. (=Hospes perantara). Bila parasit dalam tubuh vektor berubah

dalam hal:

jumlahnya disebut propagative development.

bentuk/stadiumnya disebut cyclo-development

bentuk dan jumlah disebut cyclo-propagative development

b.     Vektor mekanis :

Parasit (di dalam tubuh vektor) tidak mengalami perubahan baik dalam hal bentuk, stadium maupun kuantitasnya

Klasifikasi Parasit

pada studi parasitologi, klasifikasi organisme sangat dibutuhkan  dalam perbincangan masing-masing spesies. Untuk parasit-parasit yang akan dibicarakan dalam parasitologi Kedakteran, maka ketentuan-ketentuan yang sesuai dengan Tata Nama Zoologi (Zoological Nomenclature) haruslah dipatuhi. Setiap phylum dibagi menurut sistematika sebagai berikut

Phyllum

Subphyllum

Superclass

Class

Subclass

Order  ® berakhiran –ida

Suborder ® berakhiran –idea

Superfamily ® berakhiran –eidea

Family ® ” –idea

Subfamily ® ” –inae

Genus

Species

Parasitologi Kedokteran

Salah satu bidang terbesar dari parasitologi, adalah parasitologi kedokteran yang memfokuskan pada organisme  parasit yang menginfeksi manusia, yang mencakup organisme seperti: ParasitUsus dan luminal protozoa yang signifikan pada  kesehatan manusia adalah

  • Entamoeba histolytica (Amebae)

histolytica adalah penyebab utama amebic disentri.

  • Balantidium coli (Ciliates)
  • Giardia lamblia dan Trichomonas vaginalis (Flagellates)
  • Cryptosporidium parvum dan Isospora belli (Sporozoa)
  • Plasmodium spp., organisme uniseluler yang menyebabkan malaria. 4 subtipe malaria adalah Plasmodium falciparum, P. malariae, P. vivax dan P. ovale.
  • Leishmania donovani, organisme uniseluler yang menyebabkan leishmaniasis
  • organisme multiseluler seperti Schistosoma spp., Wuchereria bancrofti dan Necator americanus

Parasitologi kedokteran juga  melibatkan perkembangan obat, studi epidemiologi dan studi zoonosis.