Pengertian Etika Adalah?

Apa Pengertian Etika itu?

pengertian etika

Author: Zulhikam El Said

sebelum kita memahami pengertian etika, mari kita simak cerita Seorang pakar sosiologi Raymond Baumhar berkebangsaan Amerika  Beberapa tahun lalu,  beliau bertanya pada orang-orang bisnis, “Apakah arti etika bagi Anda?” Di antara jawaban mereka bahwa etika adalah sebagai berikut:

  • “Etika berhubungannya dengan apa yang dikatakan perasaan kepada saya apakah benar atau salah.”
  • “Etika berkaitan dengan keyakinan agama saya.”
  • “Etika adalah ketentuan hukum.”
  • “Etika merupakanstandar perilaku masyarakat yangkita terima.”
  • “Saya tidak tahu apa arti kata itu.”

Keragaman jawaban ini adalah balasan khas dari kalangan kita sendiri. Pengertian etika sulit untuk didefinisikan, dari pandangan banyak orang
Tanggapan Baumhart terhadap terhadap resondeng pertama, banyak orang beranggapan bahwa etika itu sama dengan perasaan mereka mengenai baik buruk seperti apa yang dikatakan oleh perasaan mereka, akan tetapi anggapan orang atas perasaan seseorang yang menganggap bahwa sesuatu yang dianggapnya benar belum tentu perasaan orang lain menganggap bahwa hal itu sesuai dengan etika.

Juga salah seorang yang mengidentifikasi etika dengan agama. Kebanyakan agama, tentu saja, mengajarkan standar etika yang tinggi. Namun jika etika dianggap sebagai ajaran agama, maka etika akan berlaku hanya untuk orang-orang sesuai penganutnya, dan tidak berlaku bagi orang diluar agama mereka dan penganut atheis. Agama dapat menetapkan standar etika yang tinggi dan dapat memberikan motivasi intens untuk berperilaku etis.

pengertian etika

Menjadi etis adalah juga tidak sama dengan mengikuti hukum. Hukum sering menggabungkan standar etika mayoritas dari warga negara. Namun undang-undang sering menyimpang dari apa yang kira rasakan sebagai etis. Misalnya, aturan perang sipil, hukum perbudakan, dan hukum apartheid di Afrika Selatan, adalah contoh yang tidak bisa dikatakan etis

Akhirnya, bersikap etis adalah juga tidak sama dengan melakukan “apa pun yang diterima masyarakat “Dalam setiap masyarakat, kebanyakan orang menerima apa yang menjadi kenyataan dimasyarakat,. Tapi standar perilaku dalam masyarakat dapat menyimpang dari apa yang etis. Seluruh masyarakat dapat menjadi korup dalam etika. Nazi Jerman adalah contoh yang dari suatu masyarakat yang korup secara moral dan agama.

Jika bersikap etis seperti apa yang diterima oleh masyarakat,” kemudian untuk mengetahui apa sesuatu yang dilakukan sesuai dengan etika, seseorang harus mencari tahu apa yang masyarakat dapat menerimanya. Misalnya untuk memutuskan berpikir untuk melakukan aborsi, saya harus mengambil survei terhadap masyarakat apakah masyarakat menerima atau tidak. Namun tidak seorangpun orang melakukan sesuatu dengan melakukan survei terlebih dahulu.

Selanjutnya, kurangnya konsensus sosial banyak hal tidak memungkinkan untuk menyamakan etika dengan apa pun masyarakat menerimanaya. Beberapa orang menerima aborsi tapi banyak orang lain juga tidak. Jika bersikap etis adalah melakukan apa pun masyarakat menerima, orang akan harus menemukan kesepakatan terhadap suatu tindakan.

Kalau begitu, Apa, Pengertian etika itu? Ada dua hal dalam teori  etika yang harus diperhatkan. Pertama, etika mengacu pada standar yang beralasan benar dan salah yang menganjurkan apa yang harus manusia lakukan, biasanya dalam hal hak, kewajiban, manfaat bagi masyarakat, keadilan, atau kebajikan tertentu. Etika, misalnya, mengacu pada standar yang memaksakan kewajiban yang wajar untuk menahan diri dari perkosaan, mencuri, pembunuhan, penyerangan, fitnah, dan penipuan. Standar etika yang juga termasuk mereka yang menganjurkan kebajikan kejujuran, kasih sayang, dan kesetiaan. Dan, standar etika termasuk standar yang berhubungan dengan hak, seperti hak untuk hidup, hak untuk bebas dari cedera, dan hak untuk privasi. Standar seperti standar yang memadai etika karena mereka didukung oleh alasan konsisten dan beralasan.

Kedua, ketika mengacu pada studi dan pengembangan standar etika seseorang. Sebagaimana disebutkan di atas, perasaan, hukum, dan norma-norma sosial dapat menyimpang dari apa yang disebut etis. Etika merupakan penelaahan standar moral, proses pemeriksaan standar moral orang atau masyarakat untuk menentukan apakah standar tersebut masuk akal atau tidak untuk diterapkan dalam situasi dan permasalahan konkrit. Tujuan akhir standar moral adalah mengembangkan bangunan standar moral yang kita rasa masuk akal untuk dianut.

Pengertian Etika Umum Dan Khusus

Menurut kamus istilah, etika mempunyai ragam makna berbeda-beda. Salah satu maknanya adalah “prinsip tingkah laku yang mengatur individu dan kelompok”. Makna kedua  etika adalah “kajian moralitas”. Tapi meskipun etika berkaitan dengan moralitas, namun tidak sama persis dengan moralitas. Etika adalah semacam penelaahan, baik aktivitas penelaahan maupun hasil penelaahan itu sendiri, sedangkan moralitas merupakan subjek.

Moralitas adalah pedoman yang dimiliki individu atau kelompok mengenai apa itu benar dan salah, atau baik dan jahat.Pedoman moral mencakup norma-norma yang kita miliki mengenai jenis-jenis tindakan yang kita yakini benar atau salah secara moral, dan nilai-nilai yang kita terapkan pada objek-objek yang kita yakini secara moral baik atau secara moral buruk. Norma moral seperti “selalu katakan kebenaran”, “membunuh orang tak berdosa itu salah”. Nilai-nilai moral biasanya diekspresikan sebagai pernyataan yang mendeskripsikan objek-objek atau ciri-ciri objek yang bernilai, semacam “kejujuran itu baik” dan “ketidakadilan itu buruk”. Standar moral pertama kali terserap ketika masa kanak-kanak dari keluarga, teman, pengaruh kemasyarakatan seperti gereja, sekolah, televisi, majalah, musik dan perkumpulan.

Secar terminologi, pengertian etika berasal dari istilah ethica dari bahasa Yunani kuno ἠθική [φιλοσοφία] “filsafat moral”, merupakan salah satu cabang utama filsafat yang mencakup perilaku benar dan kehidupan baik. Kajian etika lebih luas daripada analisis apa yang benar dan salah seperti yang sering dianggap. Antara aspek utama etika adalah “kehidupan baik”, yaitu kehidupan yang bernilai atau memuaskan, yang dianggap lebih penting dari perilaku moral oleh banyak filsuf. Antara isu utama dalam etika adalah pencarian summum bonum, yaitu “kebaikan yang terbaik”. Tindakan yang benar dikatakan mengakibatkan kebaikan terbaik, sedangkan tindakan tak bermoral dikatakan penghalang (Thomas Shanks, SJ)

Pengertian etika adalah teori tentang tingkah laku yang benar dalam kehidupan yang baik bukannya praktek. Etika mempelajari fakta, menganalisisnya dan merumuskan apakah tingkah laku yang sebetulnya. Etika tidak berpegang pada apa yang dinamakan “Tanzil Tuhan” atau “wahyu Tuhan” terhadap jawaban akhir atau menyelesaikan masalah moral tertentu. Etika berbeda dengan agama.

Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan  ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.

Etika merupakan studi standar moral yang tujuan eksplisitnya adalah menentukan standar yang benar atau yang didukung oleh penalaran yang baik, dan dengan demikian etika mencoba mencapai kesimpulan tentang moral yang benar benar dan salah, dan moral yang baik dan jahat.

Dalam Teori etika Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia yaitu Etika Deskriptif dan Etika Normatif.

Pengertian etika Deskriptif, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.

Sedangkan pengertian etika Normatif, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.

Etika secara universal dapat dibagi menjadi 2 yaitu etika umum dan etika khusu

  1. Pengertian Etika Umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.
  2. Pengertian Etika Khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis : cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tidanakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.

Etika Khusus dibagi lagi menjadi dua bagian :

  1. Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
  2. Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia. Perlu diperhatikan bahwa etika individual dan etika sosial tidak dapat dipisahkan satu sama lain dengan tajam, karena kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan sebagai anggota umatvmanusia saling berkaitan.

Etika sosial menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara langsung maupun secara kelembagaan (keluarga, masyarakat, negara), sikap kritis terhadap pandangan-pandangan dunia dan idiologi-idiologi maupun tanggung jawab umat manusia terhadap lingkungan hidup.

Dengan demikian luasnya lingkup dari etika sosial, maka etika sosial ini terbagi atau terpecah menjadi banyak bagian atau bidang, dan pembahasan bidang yang paling aktual saat ini adalah sebagai berikut :

1.      Etika Bisnis :

Etika bisnis merupakan prinsip- prinsip moral sebagai standar perilaku bisnis yang diterima oleh komunitas trader dan dunia bisnis. Etika bisnis merupakan satu set nilai dan peraturan yang mencakup peraturan yang baik atau buruk di dalam operasi perniagaan. Biasanya pemerintah, masyarakat, pesaing dan individu menentukan apa yang bisa diterima umum. Etika bisnis adalah kajian  yang dikhususkan mengenai moral … baca selengkapnya Artikel Pengertian Etika Bisnis […]

2.       Etika Profesi

Orang-orang profesional  atau mereka yang memiliki  profesi mengakui menggunakan pengetahuan keahlian dan keterampilannya.Bagaimana etika profesi memberi aturan bagaimana mereka menggunakan pengetahuannya dalam memberikan memberikan layanan kepada masyarakat. Seorang profesional mampu membuat pertimbangan, dan menggunakan keterampilanya … baca selengkapnya Artikel Pengertian Etika Profesi […]